Palang Merah Indonesia (PMI) melanjutkan operasi tanggap darurat bencana gempa di Papua Barat. Hingga Selasa (6/1), PMI Cabang Manokwari melakukan pelayanan kesehatan bagi korban gempa di satuan pemukiman (SP) di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Lokasi pelayanan kesehatan dipusatkan di tiga satuan pemukiman, yaitu satuan pemukiman 9, 10, dan 11.
"Sesuai data asesmen yang kami lakukan, tiga tempat tersebut adalah lokasi yang cukup parah terkena gempa. Warga disana juga mulai menderita penyakit diare dan malaria," ujar Supriadi Adam, Kordinator Tim Medis PMI Cabang Manokwari.
Untuk pelayanan kesehatan ini, PMI Cabang Manokwari menurunkan 5 anggota tim medis dengan mayoritas tenaga perawat. Mereka juga membawa persediaan obat-obatan untuk sekitar 200 pasien.
PMI bekerjasama dengan puskesmas setempat selama melakukan pelayanan kesehatan di Distrik Masni. Selain dilakukan oleh para tim medis, pelayanan kesehatan PMI juga akan didukung oleh 2 staf Medical Action Team (MAT) yang berpengalaman melakukan pelayanan kesehatan dalam situasi bencana maupun konflik.
PMI juga mendistribusikan bantuan berupa bahan makanan siap saji serta air mineral untuk warga di ketiga satuan pemukiman tersebut. Bantuan bagi para korban gempa ini disediakan untuk sekitar 1.000 warga.
"Hingga saat ini warga membutuhkan bahan makanan dan air minum. Kondisi mereka juga semakin buruk karena mayoritas bermukim di luar rumah setelah rumah mereka hancur dan tidak bisa dihuni lagi," jelas Habim, relawan PMI Cabang Manokwari.
Saat ini PMI kembali melakukan asesmen di lokasi bencana. Asesmen dipusatkan di sejumlah wilayah di Manokwari dan Sorong yang menjadi lokasi terparah terkena dampak gempa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar